Babinsa Bomberay Hadiri Diskusi Penanganan dan Pencegahan Konflik: Wujud Sinergi TNI, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Kedamaian Daerah

PX
Pendam XVIII/Ksr
2 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

Kodim 1803

FAKFAK — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, Babinsa Koramil 1803-05/Bomberay, Sertu Petrus Nuhuway bersama Serda Makalius Krey, menghadiri kegiatan Diskusi Penanganan dan Pencegahan Konflik di Distrik Bomberay dan Tomage, yang digelar di Kantor Distrik Bomberay, Kampung Mekar Sari, Kabupaten Fakfak, pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Universitas Padjadjaran (UNPAD) bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta dihadiri oleh Abutalib Paus-Paus, S.Sos, selaku Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak, beserta para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga dari seluruh distrik Bomberay.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Petrus Nuhuway menyampaikan bahwa peran Babinsa tidak hanya berfokus pada pembinaan wilayah secara fisik, tetapi juga dalam membangun komunikasi dan pemahaman sosial di tengah masyarakat untuk mencegah potensi konflik sejak dini.

“Kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah untuk memastikan wilayah tetap aman, damai, dan kondusif. Melalui diskusi seperti ini, kita bisa saling berbagi pandangan serta mencari solusi bersama dalam mencegah dan menangani setiap persoalan yang muncul di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan konflik harus diawali dari komunikasi terbuka, saling menghargai perbedaan, dan memperkuat peran tokoh masyarakat serta tokoh adat sebagai penjaga keseimbangan sosial di daerah.

Sementara itu, Abutalib Paus-Paus, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk TNI dan Tim UNPAD, atas upaya mereka dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keharmonisan di tingkat kampung dan distrik.

“Kedamaian adalah fondasi utama dalam pembangunan. Tanpa rasa aman, program dan kemajuan tidak akan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan antara aparat keamanan, akademisi, pemerintah, dan masyarakat — sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga keutuhan wilayah dan memperkokoh nilai-nilai persatuan bangsa di tanah Papua Barat.

#TNIAD

#TNIADBerjuangBersamaRakyat

#TNIADBekerjaDenganHati

#TNIADdihatiRakyat

#TNIADPrima

#puspentni

#dispenad

#mabesad

#mabestni

PX

Penulis

Pendam XVIII/Ksr

Tim Redaksi Kodam XVIII/Kasuari — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.